Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

KSBN Diketuai Hendradji Soepandji Berjuang Kolintang dan Reog Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO

Tori | Sabtu, 29 Oktober 2022
KSBN Diketuai Hendradji Soepandji Berjuang Kolintang dan Reog Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO
Pengukuhan Pengurus DPP KSBN di Jakarta, Jumat (28/10/2022)/Radarnonstop
-

RN - Ekosistem kebudayaan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu impuls agar dapat berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Maka, yang harus dilakukan adalah bagaimana membangun pranata kebudayaan yang dapat memberi pencerahan, pemikiran, dan jalan baru bagaimana budaya Indonesia berkembang dalam kebiasaan masyarakat digital saat ini.

Demikian antara lain dikemukakan Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn.) Hendardji Soepandji di acara Pengukuhan DPP KSBN di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (28/10/2022) malam.

BERITA TERKAIT :
Tiket Mahal TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Kajiannya Mana?

"Kami belum melihat baik pemerintah maupun masyarakat menjalankan UU 5/2017 secara konsisten dan berkelanjutan. Maka kami sepakat untuk menerjemahkan UU itu lebih konkret," tutur Hendradji.

Upaya memajukan kebudayaan, lanjut Hendardji, sangat penting di tengah berbagai tantangan abad ini Eksistensi dan urgensi pranata budaya sebagai sarana mengekspresikan dan mengapresisasi budaya merupakan hal yang tak dapat ditawar.

"Oleh karena itu, KSBN telah melakukan berbagai tindakan nyata. Ikut menangani berbagai kegiatan budaya secara lebih sistematik sejak dan setelah UU 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan disahkan," ujarnya.

KSNBN saat ini memiliki kepengurusan: Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di 12 provinsi sejak didirikan tahun 2017 lalu. DPW di tingkat provinsi yang sudah disahkan, adalah Maluku Utara, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Timur, Jawa Barat, NTB, Papua, dan Papua Selatan.

"Karena memang baru di tahun 2017. Pandeminya tiga tahun, Otomatis organisasi operasi baru dua tahun," terangnya.

Menurut Hendardji, ada di 123 provinsi, DPW KSBN yang sudah disahkan. Ada di delapan provinsi lain DPW yang pengurusnya sudah terbentuk, namun belum memiliki ketua. Embrio delapan provinsi tersebut tentah berproses menjadi delapan DPW.

"Satu pekerjaan yang memerlukan ketekunan dan keuletan tersendiri dalam ikut membangun kebudayaan. Kami kesulitan mencari ketua sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan organisasi. Ini tantangan bgi DPD KSBN periode tahun 2022-2027. Mudah-mudahan lima tahun ke depan pengurus KSBN bisa terbentuk di 37 provinsi," harap dia.

KSBN yang berdiri sejak tahun 2017 hakekatnya untuk menyambut UU 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. UU ini memiliki fungsi terkait dengan Perlindungan Kebudayaan, Pengembangan Kebudayaan, Pemanfaatan Kebudayaan, serta Pembinaan Kebudayaan yang meliputi 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, mulai dari tradisi lisan hingga olahraga tradisi.

KSBN telah melakukan berbagai upaya, antara lain melakukan visitasi, sosialisasi, dan supervisi berbagai kegiatan berbasis seni budaya di berbagai daerah d Indonesia. Termasuk juga melakukan lawatan budaya di berbagai negara di berbagai benua antara lain ke Amerika Serikat, Amerika Latin, Eropa Tengah, Eropa Barat, Afrika Barat, serta beberapa negara di Asia.

Untuk di tahun 2023, agenda kegiatan KSBN antara lain, Peringatan Hari Musik Nasional 2023, yang akan digelar di Kota Tua Jakarta, pada 9 Maret. Selanjutnya memperingati Hari Tari Sedunia, pada 29 April dengan melibatkan 10 ribu penari sekaligus memperjuangkan Reog Ponorogo sebagai Warisan Dunia Tak Benda.

Di bulan Juni dalam rangka HUT DKI, KSBN menggelar Festival Seni Budaya Nusantara dengan dukungan 12 DPW, di Kepulauan Seribu, Jakarta. Di luar itu, KSBN juga bekerja sama dengan MPR RI dalam rangka sosialiasi Empat Pilar MPR ke Provinsi Papua.

Pada Peringatan Hari Musik Nasiona 2023 nanti melalui Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, kata Hendardji, DPP KSBN berusaha mengundang UNESCO. Upaya tersebut antara lain dalam rangka mempercepat proses agar alat musik Kolintang asal Indonesia seger diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Badan PBB.

"Kolintang warisan nenek moyang kita, sampai hari ini belum diakui, KSBN akan membantu dalam rangka memperjuangkan sebagai Warisan Dunia Tak Benda," jelas dia.

Selain itu juga akan ada Lomba Film Pendek, Lomba Film Karya Digital Audio Visual Seni Budaya Nusantara secara nasional, serta Lomba Tradisi Lisan sepanjang tahun secara nasional.

"Lomba Tradisi Lisan ini agar mengarah ke tradisi yang baik, bukan memaki-maki, tahu tata krama, budi pekerti yang baik karena itu bagian dari peradaban kita," jelasnya dalam konferensi pers.

Dengan dikukuhkan kepengurusan DPP KSBN yang baru, peradaban Indonesia akan semakin maju. "Ekonomi Indonesia itu kan tujuh dunia, nomor enam itu Rusia, delapan itu Inggris. Oleh karena itu kebudayaan kita juga harus masuk 10 besar dunia, jangan ekonomi nomor tujuh, tapi peradabannya nomor 100. KSBN akan berjuang terus untuk membangun peradaban bangsa," tandas mantan Aspam KSAD ini.