Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Sering Banjir Dan Longsor, Bogor Bisa Dicap Kota Bencana Dong

RN/NS | Senin, 05 September 2022 - 00:09 WIB
Sering Banjir Dan Longsor, Bogor Bisa Dicap Kota Bencana Dong
-

RN - DPRD Kota Bogor geregetan. Setiap kali ada bencana seperti banjir dan tanah longsor selalu lamban penanganan.

DPRD berencana akan memanggil Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas terkait, para camat, dan sekretaris daerah (Sekda) selaku penanggung jawab kebencanaan.

Hal itu berkaitan dengan penanganan pascabencana pada 37 titik bencana alam yang terjadi awal pekan ini.

BERITA TERKAIT :
Maling Kini Pakai Jimat, Kepret Daun Kelor Aja Biar Ilmunya Luntur
Siti Bergaya Tajir Tapi Duit Hasil Tipu, Kini Hidup Dibui

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto mengungkapkan, pada rapat bersama Badan Anggaran intervensi keberpihakan kaitan pascabencana belum maksimal. “Harapan kita itu akan kita panggil sejauh mana progress ke depan ketika bicara kebencanaan pascabencana bisa lebih maksimal, langsung ditangani,” kata Iwan, Minggu (4/9/2022).

Ia menyebutkan, anggaran untuk bencana alam melalui Biaya Tidak Terduga (BTT) di Kota Bogor cukup besar. Hanya saja, keberpihakan anggarannya sendiri belum maksimal.

“Iya kaitan ini tadi sumbernya dana itu di BTT. Anggaran murni itu sekitar Rp 41 miliar. Cuma terpakai Rp 3,7 miliar untuk Bantuan Sosial Tidak Terduga (BSTT) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sisanya nggak jelas,” ujarnya.

Seharusnya, kata Iwan, BSTT ini menjadi intervensi kegiatan pascabencana. Misal pada banjir dilakukan normalisasi, pada tanah longsor dibuat tebing penahan tanah (TPT).

Di samping itu, pihaknya akan coba berdiskusi dengan dinas terkait supaya bisa memangkas birokrasi supaya ada percepatan. Terutama, kata dia, pada infrastruktur. Seperti pada kebencanaan harus dipahami mana data rawan bencana dan penanganan pascabencana yang paling penting.

“Ini penting untuk intervensi bahwasanya pascabencana masyarakat menunggu dan ini momen yang tepat pemerintah bisa hadir untuk di wilayah,” katanya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, hasil evaluasi kejadian bencana yang terjadi di Kota Bogor memberikan beberapa catatan. Pertama, saat ini Pemkot Bogor tengah berkoordinasi mengenai pengalokasian bantuan kebencanaan melalui BTT.

"Kita koordinasikan prioritas-priorotasnya mana saja yang akan segera mendapatkan bantuan kebencanaan, (saat ini sedang) diinventarisir," kata Dedie.

Kedua, pihaknya juga tengah memetakan prioritas apa saja yang harus dilaksanakan ke depan. Mulai pemulihan drainase, pembangunan turap, atau mengusulkan adanya pembongkaran bangunan yang menutup saluran air dan drainase.

Terakhir, Dedie juga menyampaikan kejadian bencana yang terjadi belakangan juga disertaj dengan intensitas hujan yang tinggi. Sementara daya tampung saluran saat ini sudah tidak memadai, salah satunya dikarenakan penyempitan dan tumpukan sampah.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar mengantisipasi kejadian bencana lantaran curah hujan yang masih tinggi. Serta untuk tidak mendirikan bangunan yang melebihi batas dari saluran air atau tebing sungai.