Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Ide Anies Bangun Dukuh Atas, Kini Bonge Si Aktor Citayam Fashion Week Kaya Raya

RN/NS | Minggu, 24 Juli 2022
Ide Anies Bangun Dukuh Atas, Kini Bonge Si Aktor Citayam Fashion Week Kaya Raya
Bonge aktor Dukuh Atas yang kini terkenal.
-

RN - Era digital dan gempuran media sosial ternyata menjadi jaya tidaklah sulit. Membuat konten nyeleneh dan viral, so pasti akan menghasilkan duit dan menjadi kaya mendadak.

Seperti Bonge dan Jeje. Viralnya Citayam Fashion Week tak lepas dari beberapa remaja yang lebih dulu ramaikan kawasan Sudirman dan Dukuh Atas, Jakpus. Sebut saja Bonge yang mencuri perhatian belakang terakhir.

Remaja berusia 16 tahun itu awalnya viral setelah membuat konten wawancara di TikTok bersama kekasihnya saat itu, Kurma. Siapa sangka, video itu ditonton lebih dari 70 juta kali.

BERITA TERKAIT :
Di Hadapan Kepala Daerah, Anies: Banyak Masalah Seperti Subsidi BBM Murah
Usulan Pansus Cuma Akal-Akalan, Ada Agenda Busukin Anies Lewat JIS

Bahkan sosok Bonge seperti bintang di kawasan itu. Banyak kreator dan acara televisi yang mengundang dia untuk membuat konten. Selain itu juga para remaja juga banyak yang meminta foto kepada dirinya.

Rupanya eksisnya Bonge di media sosial membuatnya meraup cuan. Dalam sebuah tayangan program televisi, Bonge mengaku mendapat honor Rp400 ribu untuk menjadi bintang tamu di podcast. Namun jika konten tersebut banyak yang nonton, maka dia akan mendapat honor Rp 1 juta.

Bonge mengatakan kalau uang yang didapat itu dia bagi dua dengan Kurma. Seiring popularitasnya yang semakin meningkat, Bonge mampu membeli sepeda motor sendiri.

“Alhamdulillah beli motor,” ucap Bonge.

Berbeda dengan Bonge, Kurma mengatakan uang yang didapatnya itu ia gunakan untuk membeli susu adiknya yang masih berusia satu tahun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengaku telah mengetahui kegiatan muda-mudi tersebut, dan tak mempermasalahkan hal tersebut.

“Bagaimana anak-anak muda menggunakan sebuah penyeberangan jalan berubah menjadi catwalk,” ucap Anies ditemui di Zebra Cross yang dimaksud, Selasa (19/7).

“Itu lah anak muda, anak muda selalu bisa melihat dari perspektif baru,” lanjutnya.

Anies menyebut bahwa selama tidak ada pelanggaran yang terjadi, maka ekspresi muda-mudi tersebut dipersilakan.

Bahkan Anies menyebut cara mereka memanfaatkan ruang publik sebagai cerminan masa depan.

“Mereka mewakili masa depan, kita beri kesempatan,” ungkapnya.

“Selama jaga lebersihan, jaga ketertiban, hormati orang lain, hargai orang lain. Kalau itu dilakukan, maka ini adalah kebebasan berekspresi,” lanjut Anies.

Saat ini aksi nongkrong-nongkrong Citayam Fashion Week berubah menjadi kegiatan harfiah, di mana para muda-mudi betul-betul berlenggok bak model di sebuah zebra cross.

Area Seni Budaya

Konsep ruang terbuka dengan area seni budaya dan olahraga bikinan Anies Baswedan menjadi berkah para ABG. Ide kawan beraktivitas di sekitar kawasan Dukuh Atas patung Jendral Sudirman, sebagai tempat berinteraksi di tengah aktivitas kerja kini menjadi ajang kreatifitas.

Spot budaya 2 Dukuh Atas ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih berinteraksi melalui hadirnya 'ruang ketiga'.

Anies Baswedan menyebut istilah 'ruang ketiga' karena merupakan ruang sosial di luar ruang pertama (rumah) dan ruang kedua (kantor, sekolah, dll). Ruang ketiga ini, jelas Anies merupakan wadah untuk menyalurkan ekspresi seni dan budaya. Dan Spot Budaya 2 Dukuh Atas, ia sebut merupakan salah satu perwujudan ruang ketiga itu.

"Spot Budaya 2 Dukuh Atas dibangun di dekat sejumlah fasilitas transportasi publik seperti Halte Transjakarta Dukuh Atas 1 dan 2, Stasiun MRT Dukuh Atas, dan Stasiun KRL Sudirman," kata Anies saat meresmikan area Spot Budaya 2 Dukuh Atas.

Gubernur Anies menjelaskan keberadaan Spot Budaya 2 Dukuh Atas diharapkan mampu dimanfaatkan seluruh lapisan kelas sosial ekonomi masyarakat sehingga terjalin interaksi lintas kelas di dalamnya dan menghapus kesenjangan. Dengan hadirnya ruang ketiga, segala lapisan masyarakat dapat berbaur tanpa sekat.

"Bagaimana membuat masyarakat di seluruh lapisan berinteraksi? Maka kami siapkan ruang ketiga, apa cirinya? yakni adanya kesetaraan, dan insya allah tempat ini akan membuat setara semua,” ucapnya.

"Harapannya ini menjadi tempat berkumpul. Bagaimana membuat masyarakat berinteraksi, maka kami siapkan ruang seperti ini, ada ciri ruang ketiga yakni kesetaraan, insya allah tempat ini akan menyetarakan semua," tambah Anies.