Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Kesaksian Gubernur Malut Abdul Ghani Sebagai 'Pasien Stroke' Dokter Terawan

Tori | Sabtu, 09 April 2022
Kesaksian Gubernur Malut Abdul Ghani Sebagai 'Pasien Stroke' Dokter Terawan
Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani saat menjalani terapi stroke dengan dokter Terawan Agus Putranto
-

RN - Nama Terawan Agus Putranto tengah hangat diperbincangkan bahkan sempat jadi trending topik di Twitter, usai dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

Sosok mantan Menteri Kesehatan ini dinilai terlalu gencar mempromosikan metode cuci otak atau Digital Subtraction Angiography (DSA). Padahal diketahui dokter Terawan sudah nyaris dipecat dari IDI pada tahun 2018 silam gegara hal serupa. 

Terdapat lima alasan yang mendasari rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI memecat Terawan secara permanen, dua di antaranya adalah perkara vaksin Nusantara dan metode cuci otak.

BERITA TERKAIT :
Mirip Vaknus Dokter Terawan, Sel Dendritik di Prancis Jadi Penelitian Vaksin HIV
Ampuh, Cuci Otak Ala Terawan Bantu Pasien Leukimia: Sudah Tak Konsumsi Obat Antibiotik

Sementara, metode cuci otak ini sudah dijalani oleh sejumlah tokoh publik ternama, baik dari dunia politik maupun selebritis.Salah satu mantan pasien dokter Terawan yang merasa terbantu dengan metode 'cuci otak' itu  adalah Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba. 

Abdul Gani ingat ketika pertama kali mendapat serangan store pada 2017 silam dan langsung dilarikan ke RSP Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. 

"Kebetulan dokter Terawan ada, beliau langsung ambil tindakan. Alhamdulillah, dua hari saya di rumah sakit terus pulang, merasa terbantu sekali sehingga saya pulang," ulas Abdul Ghani, Jumat (8/4/2022).

Namun, dua tahun usai pengobatan, Abdul Ghani tiba-tiba merasa kondisi tubuhnya tak seimbang. Sehingga, ia memutuskan menjalani DSA kembali dengan dokter Terawan. 

"Saya DSA lagi 2020, yang keempat ini. Saya merasa setiap tindakan DSA itu saya merasa terbantu sekali, apalagi saya sudah berumur 71 tahun," ujarnya.

Kamis (7/3/2022) lalu, dirinya kembali menjalani terapi stroke dari dokter Terawan. Abdul Ghani yang menjabat gubernur hingga 2024 sangat bersyukur karena metode DSA ala dokter Terawan, kondisi fisiknya mulai pulih. 

"Alhamdulillah, saya Sabtu (hari ini) pulang karena sudah merasa pandangan saya, keseimbangan saya sudah mulai pulih lagi. Mudah-mudahan saya bisa menyelesaikan (tugas sebagai gubernur), umur panjang," ucapnya.

Abdul Ghani yang jelas berterima kasih atas bantuan dokter Terawan. 

"Sekali lagi, terima kasih banyak kepada Prof Dr Terawan yang sudah memberikan banyak bantuan tentang penyakit yang kita hadapi. Saya kira itu, tidak ada kata yg lain kecuali ucapan terima kasih kepeda beliau," tandasnya.