Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Harga Sembako Naik, Megawati Dengar Curhat Emak-Emak

NS/RN | Senin, 10 Januari 2022 - 18:05 WIB
Harga Sembako Naik, Megawati Dengar Curhat Emak-Emak
-

RN - Lonjakan harga sembako dan bumbu dapur membuat gelisah emak-emak. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri langsung bereaksi.

Megawati melihat bahwa itu persoalan yang aneh dan juga klasik, karena sering terjadi dari tahun ke tahun. 

"Saya kan sering liat toh, kemarin harga cabai sekian, harga minyak goreng sekian, harga bawang merah sekian, aneh bener menurut saya, kok klasik amat ya," kata Megawati yang disiarkan secara daring, Senin (10/1/2022). 

BERITA TERKAIT :
KPU Dengar Nih, Megawati Minta Nomor Parpol Jangan Diganti
Anies Dapat Penghargaan Dari Singapura, PDIP Dan PSI Pasti Nyinyir Abis Deh

Putri Bung Karno ini menyesalkan, sudah 76 tahun Indonesia tetapi masalahnya masih saja sama. Jadi, dia pun mempertanyakan di mana letak kesalahannya, ini pun menjadi otokritik baginya saat dia duduk menjadi anggota DPR. Karema banyak petani-petani yang mengeluh kepada dirinya. 

"76 tahun merdeka, masa sih begitu aja, di mana ya salahnya? Ini autokritik, saya juga kritik ketika di DPR, saya seringkali itu makanan saya tiap hari. Saya musti ke mana itu karena petani petani minta ibu Mega datang, karena kenapa kok harga bawang ini keliatannya akan jatoh," ungkapnya. 

Megawati mengatakan, dulu saat dirinya menjadi anggota DPR, ia pergi ke daerah pemilihannya (dapil) di Jawa Tengah, dia mempertanyakan kenapa bisa terjadi. Karena pengalaman itulah, ia bertanya-tanya kenapa sampai hari ini persoalan klasik masih terjadi.

"Karena saya daerahnya Jawa tengah ya larilah saya ke Jateng, tanyakan kenapa dan kenapa, karena menurut saya itu jalan, pengalaman saya yang seperti makan nasi tiap hari," ujar Megawati. "Tapi kok sampai hari ini masih klasik, sebetulnya ada apa ya?," tukas Presiden RI ke-5 ini.