Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Kesadaran Prokes Menurun, Waspada Kenaikan Corona Jawa-Bali 

NS/RN | Selasa, 16 November 2021 - 00:08 WIB
Kesadaran Prokes Menurun, Waspada Kenaikan Corona Jawa-Bali 
Ilustrasi
-

RN - Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan meminta masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan alias prokes. Sebab, ada sinyal kenaikan kasus dalam beberapa minggu ini.

Dia mengatakan ada 5 kabupaten/kota yang masuk ke PPKM level 1. Jadi total ada 26 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang masuk PPKM level 1.

Sementara itu, ada 10 kabupaten/kota yang masuk PPKM level 2. Total ada 61 kabupaten/kota yang masuk PPKM level 2.

BERITA TERKAIT :
Ya Allah, Jangan Sampai Sekolah Di Jakarta Jadi Sarang Omicron 
Ganjil Genap Mau Dihapus, Jebakan Apa Usulan Nih? 

"Dalam asesmen yang akan berlaku dalam dua minggu ke depan, terdapat penambahan kabupaten/kota yang masuk ke dalam Level 2 sebanyak 10 kabupaten/kota dan Level 1 sebanyak 5 kabupaten/kota," kata Luhut dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

"Hingga jumlah keseluruhan kabupaten/kota yang masuk ake dalam Level 1 menjadi 26 kabupaten/kota, Level 2 menjadi 61 kabupaten/kota. Dan Level 3 menjadi 41 kabupaten/kota. Terkait detail keputusan ini akan kembali dituangkan dalam Inmendagri," tambahnya.

Namun, Luhut meminta semua pihak waspada karena terdapat indikasi peningkatan Rt (angka reproduksi efektif) yang menunjukkan sinyal peningkatan kasus di Jawa-Bali dalam sepekan terakhir ini. Hal ini juga dapat terlihat dari beberapa kabupaten/kota di Jawa-Bali yang mulai mengalami peningkatan kasus dan perawatan mingguan.

Khusus wilayah Jawa-Bali terdapat 29% kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus dibandingkan minggu lalu. Selain itu, ada 34% kabupaten/kota yang mengalami peningkatan orang yang dirawat dibandingkan minggu lalu.

"Kehati-hatian harus dilakukan terutama untuk menghadapi Nataru (Natal dan tahun baru). Saat ini indikator Google Mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa-Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi periode Idul Fitri pada Mei-Juni 2021," ujarnya.

Luhut juga meminta seluruh masyarakat tetap berhati-hati mengingat masih ada 47% kabupaten/kota di Jawa-Bali yang suntikan dosis pertama vaksinasi untuk lansianya masih di bawah 50%. Selain itu, 75% kabupaten/kota di Jawa-Bali yang suntikan vaksinasi dosis keduanya masih di bawah 50%.

"Lebih rinci lagi, masih ada 16 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang cakupan vaksinasi umum dan lansia dosis 1 yang masih di bawah 50 persen," tambahnya.

Luhut mengatakan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan semakin menurun. Dia menyayangkan karena hal itu berpotensi memicu kenaikan kasus konfirmasi COVID-19 di masa Natal dan tahun baru nanti.

Pemerintah juga akan terus menggenjot percepatan vaksinasi terutama vaksinasi lansia di wilayah yang tingkat vaksinasi umum dan lansianya masih di bawah 50%.