Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Bantu Warga Kurang Mampu, Rumah Aktivis Institute Rutin Bagikan Sembako

SN | Rabu, 13 Januari 2021 - 21:57 WIB
Bantu Warga Kurang Mampu, Rumah Aktivis Institute Rutin Bagikan Sembako
Aktivis RAI Tasik Menyantuni Warga Yang Tengah Sakit
-

RADAR NONSTOP - Meskipun dalam situasi krisis ekonomi akibat pandemi covid-19, Aktivis tidak boleh kehilangan gairah membangun sense of responsibility terhadap lingkungan. Hal itu diungkapkan salah satu punggawa Rumah Aktivis Institute (RAI) Tasikmalaya, Farid Abdul Hakim saat menyampaikan arahan sebelum aksi sosial dilaksanakan.

"Disamping kemampuan mengaktivasi masyarakat, karakter lain yang layak dimiliki aktivis ialah sense of responsibility terhadap lingkungan. Baik itu lingkungan sosial, maupun lingkungan alamnya," Ujar Farid kepada kontributor Radarnonstop di Tasikmalaya, Rabu (13/1/2021).

Aktivis muda yang juga fokus dalam pendampingan kerohanian Islam bagi sejumlah komunitas motor di Tasikmalaya ini mengatakan agenda RAI bertema 'Rumah Aktivis Nyaah' itu rutin dilaksanakan setiap sebulan sekali itu. Ia menyebut, kali ini pihaknya akan membagikan paket kebutuhan pokok. Namun, ungkapnya, kedepan ia berharap ada santunan dalam bentuk lainnya.

BERITA TERKAIT :
Tarik Pajak Sembako dan Sekolah, Pemerintah Dicap Bokek
Peduli Lansia dan Anak Yatim, GMBI Jakbar Berbagi Kasih

"Ada cukup banyak warga yang belum tersentuh oleh bantuan, baik dari pemerintah atau instansi terkait tertentu, padahal mereka layak. Rumah Aktivis Nyaah merupakan program sosial yang diisi dengan pembagian paket sembako untuk warga yang berhak menerimanya," paparnya.

Sementara itu, Dewan Pemuda Sukaresik, Fahmi Wahyudin menyambut baik agenda rutinan yang digelar RAI tersebut. Fahmi mengatakan generasi 5.0 merupakan generasi yang wajib menjadi kalangan pemberi solusi, bukan pencipta masalah.

"Para pemuda yang tergabung di Rumah Aktivis Institute harus siap menyambut era 5.0, bukan lagi era saling menyalahkan dan mencari-cari kekurangan, ada yang lebih urgen, yaitu jawaban solutif. Untuk itu, bagus jika lebih memilih langkah ril seperti ini," kata Fahmi.

"Dengan sembako yang digalang sendiri, lalu memberikannya ke warga yang kami data dengan kualifikasi tertentu, semoga dapat menjadi diantara peran aktivis yang gerakannya terasa langsung oleh warga." Jelas Fahmi.

Untuk diketahui, dalam agenda kali ini, sekitar 100 paket sembako yang RAI bagikan kepada warga membutuhkan. Agenda tersebut digelar pada awal pekan setiap bulannya.