Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Akun Twitter Sudah Diblok, Donald Trump Bakal Dilengserkan 

NS/RN | Minggu, 10 Januari 2021 - 06:01 WIB
Akun Twitter Sudah Diblok, Donald Trump Bakal Dilengserkan 
Donald Trump
-

RADAR NONSTOP - Presiden Donald Trump terancam punah. Dia bakal dilengserkan secara paksa oleh politisi Amerika Serikat (AS).

Apalagi, saat ini, Twitter telah membekukan secara permanen akun Presiden Donald Trump karena "berisiko memicu kekerasan lebih lanjut".

Keputusan itu dibuat Twitter "setelah melihat secara cermat cuitan terbaru akun @realDonaldTrump dan konteks peristiwa di sekitarnya".

BACA JUGA :
Sikapi Drama Politik Negeri Paman "Sam", SBY Sebut Dalam Demokrasi Perlu Kejujuran
Empat Tahun Bersama Trump, Joe Biden Ajari Staf Di Istana Agar Sopan Dan Hormat Pada Tamu

Sebelumnya, akun Trump sempat dikunci selama 12 jam. Twitter kemudian mengatakan akan melarang Trump "secara permanen" apabila dia kembali melanggar aturan platform.

Penyerbuan Gedung Capitol: Mengapa sistem keamanan gagal mencegah para perusuh pendukung Presiden Trump?

Seruan agar Trump dilengserkan makin meluas, satu polisi dan empat warga sipil tewas dalam penyerbuan Gedung Capitol

Menanggapi tindakan Twitter itu, penasihat senior kampanye Trump, Jason Miller, mencuit: "Menjijikkan ... jika Anda tak berpikir mereka akan datang untuk Anda berikutnya, Anda salah."

Pada Jumat, Google juga menangguhkan Parler - saingan Twitter yang semakin populer di kalangan para pendukung Trump - dari distribusi aplikasinya.


"Kami tahu ada unggahan yang berlanjut di aplikasi Parler yang berupaya menghasut kekerasan yang tengah terjadi di AS," kata Google.

Larangan atas akun Twitter Trump pada hari Jumat setelah dia mencuit beberapa pesan pada Rabu, yang menyebut para pendukungnya yang menyerbu gedung Capitol sebagai "patriot".

Ratusan pendukungnya memasuki Gedung Capitol ketika Kongres AS berusaha mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden.

Kekerasan yang terjadi kemudian menyebabkan kematian empat warga sipil dan seorang aparat polisi.

Penyerbuan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Trump berbicara kepada pendukungnya dan mengatakan: "Kami tidak akan pernah menyerah."


Pada Kamis, Facebook mengatakan telah menangguhkan akun Trump "tanpa batas waktu". Platform game Twitch juga memberlakukan larangan tanpa batas pada saluran milik sang presiden, yang telah dia gunakan selama aksi para pendukungnya. Begitu juga dengan Snapchat.

Dua toko memorabilia online Trump telah ditutup pada pekan ini oleh perusahaan e-commerce Shopify. Dan pada Jumat, Reddit melarang forum "donaldtrump" untuk para pendukungnya.

Trump menggunakan Twitter untuk menyerang musuh-musuhnya, menyemangati sekutunya, memecat para pejabat, dan melampiaskan keluh-kesahnya, yang acap kali menggunakan huruf besar dan tanda seru untuk menggarisbawahi maksudnya.

Walaupun para pengkritiknya mengatakan bahwa semburan informasi yang salah, unggahannya memungkinkan Trump untuk melewati media arus utama dan langsung terhubung dengan hampir 89 juta orang pengikut.


Donald Trump menyukai keberadaannya di Twitter, dan hal itu adalah cara utamanya untuk menyampaikan pesannya.

Dia menyukai format pendek, dia menyukai kemampuannya untuk menjangkau puluhan juta orang hanya dengan sekali mengklik sebuah tombol.

Fakta bahwa keputusan Twitter dibuat 48 jam setelah kerusuhan di Gedung Capitol pada Rabu menunjukkan bahwa hal ini bukanlah langkah yang mudah bagi raksasa media sosial itu.

Platform ini mendapat banyak keuntungan dari partisipasi Trump, dan Twitter telah menjadi tempat untuk mendengar kabar terbaru dari orang paling berkuasa di dunia.

Tetapi Twitter telah bertindak karena sejumlah alasan. Penangguhan itu dilakukan karena kemungkinan dia menghasut kekerasan di masa depan.

Tapi itu juga lantaran kekuasaannya akan segera berakhir. Dia sekarang diperlakukan seperti anggota masyarakat biasa.

Dan sebagai manusia biasa, dia berulang kali menyebarkan disinformasi, berita palsu dan menghasut kekerasan yang akan membuat Anda terlempar dari platform media sosial arus utama.