Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Dampak Ekonomi Jika Liburan Natal Dan Tahun Baru Dipangkas Jokowi

NS/RN/NET | Selasa, 24 November 2020
Dampak Ekonomi Jika Liburan Natal Dan Tahun Baru Dipangkas Jokowi
Sri Mulyani
-

RADAR NONSTOP - Pemerintah pusat memangkas jadual liburan Natal dan Tahun Baru. Jika ini benar terjadi pastinya akan berdampak pada ekonomi diberbagai daerah. 

Seperti diketahui, jika Tahun Baru biasanya warga akan berlibur dan menginap di hotel. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bakal mengkaji dan menganalisis dampak ekonomi Indonesia mengenai cuti liburan dipangkas. 

Kebijakan dipangkasnya liburan itu diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi)pada rapat terbatas pada Senin (23/11). 

BERITA TERKAIT :
Balas Sindiran Sekjen PDIP Soal Calon Pemimpin Gagal Bina Rumah Tangga, Grace Tuding Ganjar Anjlok
Usai Bakar Duit Tahun Baru, 245 Ribu Orang Cari Cuan Lagi  

"Presiden terus melihat data. ini perlu menjadi bahan penetapan apakah ada langkah yang harus ditingkatkan apakah di Covid-19 maupun di pemulihan ekonomi. Ini yang dimaksudkan yang mana kita tidak kehendaki," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (23/11/2020).

Kata dia, kebijakan yang bakal diambil bakal driven by data dan analisa. makanya dilakukan berbagai analisa yang salah satunya adanya tambahan perlindung sosial.

"Kita membuat policy itu di semua sisi. kita dampaknya terhadap masyarakat. Karena terlihat bahwa konsumsi untuk middle upper itu sangat bergantung confidence konsumsi dan terkait dengan mobilisasi," katanya.

Kemudian, pemangkasan liburan ini sangat tergantung pada penangan Covid-19. Pasalnya, pihaknya menyeimbangkan kesehatan dan juga ekonomi.

"Dari sisi ini penanganann Covid-19 penting. Pencegahan penyebaran dari sisi kemungkinan ditemukannya vaksin," tandasnya.

Sementara Seketariat Jendral Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan keuntungan industri hotel akan semakin negatif. Hal ini efek pandemi Covid-19 terus meningkat dan masih menghantui Indonesia.

"Hotel pasti terdampak okupansinya karena kalau kita lihat hotel ini bisa ada pengunjung saat liburan panjang tapi dengan liburan dipotong maka keuntyngan perhotelan makin minus," unar Maulana saat dihubungi MNC News Portal, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Selain hotel, secara global pariwisata juga terdampak. Apalagi, pariwisata itu hidupnya pada saat orang pergi belibur.

"Namun disini untuk pasar domestik itu akan libur nasional itu untuk memicu pergerakan orang untuk berwisaya. Bisnis tourismnya. Tapi dengan dikurangi liburnya pasti terdampak," katanya.

Seperti diberitakan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, cuti bersama liburan akhir tahun akan dipangkas.

“Berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun, libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan, pengurangan,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy seusai rapat terbatas, Senin (23/11/2020).