Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Airlangga Haikul Yakin Resesi Ekonomi Gak Lama, Benar Gak Nih Pak?

NS/RN/NET | Kamis, 22 Oktober 2020 - 06:02 WIB
Airlangga Haikul Yakin Resesi Ekonomi Gak Lama, Benar Gak Nih Pak?
Ilustrasi
-

RADAR NONSTOP - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto haikul yakin. Ketua Umum Golkar ini memastikan resesi yang terjadi di Indonesia tidak akan lama.

Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali minus di kuartal III-2020 sehingga masuk jurang resesi.

"Indonesia memang dibandingkan dengan negara lain kontraksinya minus 5,3% di kuartal II dan sebentar lagi akan ada result dari pada kuartal III. Di sini berbagai lembaga melihat kita tetap minus tetapi diharapkan kuartal IV kita masuk bisa minus 1 sampai positif 0,4%," kata Airlangga dalam video virtual, Rabu (21/10/2020).

BACA JUGA :
APBD DKI 82,5 Triliun Untuk Perang Lawan Corona Dan Hadapi Banjir
Gak Ngaruh Ada Corona, RAPBD DKI 2021 Tembus Rp 82,5 Triliun

Dia melanjutkan walaupun DKI Jakarta masih melakukan Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB) tidak akan memberikan efek negatif pada Indonesia. Lantaran perkantoran masih bisa bekerja dengan networking dan PSSB yanh di DKI Jakarta tidak seketat pertama.

"Kalau kita lihat karyawan masih bisa bekerja walau masih ada PSBB karena ada networking. Apalagi kalau kita liha/ berbagai lembaga sudah melihat bahwa kita positif sekitar 5%, 4,5% sampai 5%," katanya.

Kata dia pemulihan ekonomi Indonesia 2021 dinilai semakin nyata jika keberadaan vaksin sudah ada dan bisa disuntikkan ke masyarakat.

"Tentu kita berharap di 2021 ini dimulai pemulihan ekonomi terutama apabila kita bisa mendapatkan akses vaksin yang memang sudah direncanakan," tandasnya.

Seperti diberitakan, sebelumnya Airlangga sempat memprotes kebijakan Anies Baswedan soal PSBB ketat. Dia menyebut PSBB ketat DKI Jakarta overdosis. 

Padahal kebijakan PSBB ketat itu untuk menyelamatkan nyawa warga ibukota dari virus Corona. Apalagi, saat itu ketersedian ICU dan ruang inap rumah sakit di Jakarta menipis.

Seperti diberitakan, hasil survei yang dikeluarkan Litbang Kompas yang dilakukan lewat telepon pada 14-16 Oktober 2020 terhadap 529 responden di 80 kota/kabupaten di 34 provinsi kalau kepercayaan publik terhadap ekonomi Indonesia menurun.

Survei yang tersebut memakai responden ditentukan secara proporsional dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 4,3%.

Responden ditanya 'Secara umum, puas atau tidakkah Anda dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin satu tahun terakhir ini?' Berikut hasil survei soal perekonomian.

Perekonomian :
Sangat puas: 2,3%
Puas: 40,3%
Tidak puas: 49,7%
Sangat tidak puas: 6,2%
Tidak tahu: 1,5%

Jika akumulasikan maka yang tidak puas yakni 55,9 persen. Sedangkan yang puas hanya 42,6 persen.