Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Larangan Jangan Ke Puncak Dan Ke Bandung 

NS/RN/NET | Rabu, 21 Oktober 2020 - 00:04 WIB
Larangan Jangan Ke Puncak Dan Ke Bandung 
Ilustrasi
-

RADAR NONSTOP - Libur cuti bersama tanggal 28-30 Oktober 2020 dikhawatirkan akan dimanfaatkan warga untuk liburan. Mendagri Tito Karnavian meminta agar warga tidak liburan ke Puncak dan Bandung.

Larangan itu kata mantan Kapolri itu untuk keselamatan. Masyarakat tidak kata dia, agar tidak bepergian ke tempat ramai atau ke tempat yang penuh dengan kerumunan orang. 

Seperti contohnya kawasan Puncak di Jawa Barat, atau sejumlah destinasi wisata di Bandung maupun pantai.

BACA JUGA :
Rapat Di Cipayung Puncak, Pejabat DKI Dikerjai DPRD  
Rapat Terus Dipuncak, Dewan Apa Kabarnya, Sehatkan??

"Kita ingat klaster keluarga, satu terkena semua terkena. Karena itu satu menahan diri untuk tidak berlibur ke tempat yang akan banyak kerumunan," ujarnya seperti dikutip dari CNBC, Selasa (20/10).

Sebagai tindakan antisipasi, Tito akan memberikan instruksi kepada seluruh daerah maupun Forkopimda untuk mengidentifikasi daerah-daerah lokasi hiburan. Pemerintah ingin agar para pengelola tempat hiburan dapat menerapkan protokol kesehatan.

"Diatur dengan para pengelola agar tidak terjadi kerumunan. Mungkin dengan mengurangi kapasitas. Tidak adanya kegiatan, izin kepolisian, tidak memberikan izin kegiatan keramaian dengan musik-musik," tegasnya.

Presiden Jokowi sendiri sudah mewanti-wanti jangan sampai libur panjang berdampak pada kenaikan kasus virus Corona di Indonesia. Jokowi pun mengingatkan soal long weekend pada Agustus 2020 yang mengakibatkan kasus Corona meningkat.

Jokowi mengajak para menterinya menyusun strategi agar peristiwa itu tidak terjadi lagi. Jangan sampai kasus Corona di Indonesia naik akibat libur panjang atau long weekend.

"Ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai berdampak ke kenaikan kasus Covid," ungkapnya.