Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Dinas Yang Razia Kucing, Anies Jadi Sasaran Tembak

RN/CR | Senin, 20 Januari 2020 - 10:24 WIB
Dinas Yang Razia Kucing, Anies Jadi Sasaran Tembak
Petugas sedang menjaring kucing liar untuk disuntik rabies -Net
-

RADAR NONSTOP - Anies Baswedan lagi - lagi kena sasaran tembak. Padahal yang bertindak dilapangan adalah dinas terkait. Kali ini soal razia kucing dan anjing untuk program penyuntikan vaksin rabies.

Seorang netizen bernama Arya Aryantara, membuat petisi melalui situs change.org, langsung menyasar Anies untuk mmenghentikan razia kucing.

Petisi berjudul, 'Untuk Anies Baswedan: Stop razia kucing' itu telah ditandatangani 30.861 netizen pada pukul 08.31, Senin, 20 Januari 2020. Arya menargetkan petisi tersebut ditandatangani 35 ribu orang.

BACA JUGA :
FOTO : Taman Publik Yang Dinikmati Warga Jakarta
Banjir Dan Kiriman Air Bogor Genangi Jakarta

"Saya sangat menghargai beliau sebagai gubernur, tetapi menurut saya tindakan ini terlalu berlebihan," tulis Arya dalam petisinya.

Di dalam program ini, kata dia, terdapat penyuluhan tentang rabies hewan. Namun, saat bagian razia kucing dan anjing pada 7-9 Januari lalu, membuatnya kurang nyaman untuk melihatnya. Sebabnya, kucing ditangkap menggunakan jaring dan cenderung melanggar haknya sebagai hewan.

Sebagai pecinta kucing dan anjing, Arya tidak tega melihat perlakuan anak buah Anies memperlakukan hewan tersebut. "Kucing ditangkap menggunakan jaring, yang kita tidak tahu apakah kucing itu diperlakukan dengan baik atau tidak, terlihat jelas pada foto yang tersebar di media sosial bahwa kucing tersebut melawan."

Selain itu, kata Arya, induk kucing dan anak anaknya juga dipisahkan. Padahal, anak kucing masih membutuhkan induknya. "Tidak semua kucing dan anjing di jalanan adalah stray animals," ujarnya. "Mohon kembalikan mereka ke asal dan stop program razia hewan ini! Bantu kami dengan tandatangani petisi ini."