Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Benarkah Rabu Menjadi Hari Sakral Jokowi? 

Redaksi RN | Selasa, 22 Oktober 2019 - 00:22 WIB
Benarkah Rabu Menjadi Hari Sakral Jokowi? 
-

RADAR NONSTOP - Audisi menteri dilanjutkan hari ini (Selasa 22/10). Lalu, pada Rabu 23 Oktober akan diumumkan struktur komposisi menteri kabinet Jokowi.

Kenapa Jokowi memilih hari Rabu. Hari Rabu diketahui sering dipakai Jokowi. Saat merombak susunan kabinet, Jokowi memilih pada 27 Juli 2016 atau Rabu Pon. Jokowi sendiri juga diketahui lahir pada hari Rabu Pon, yakni 21 Juni 1961.

Rabu juga menjadi hari H pencoblosan Pilpres yakni pada 17 April. Nah, bisa saja Rabu menjadi hari sakral Jokowi karena saat Pilada DKI Jakarta 2012 pencoblosan juga digelar pada Rabu 11 Juli.

Entah ada kaitanya atau tidak, yang pasti Rabu berdasarkan primbon Jawa memiliki makna yang baik.

Rabu dipercaya adalah hari yang sering digunakan para raja di tanah Jawa karena Rabu adalah hari tengah-tengah di antara Minggu sampai Sabtu. 

Bagi yang percaya tentunya Rabu adalah hari aman, tanpa halangan dan risiko lebih kecil. Dalam penanggalan Jawa, Rabu, 23 Oktober 2019 jatuh pada Rabu Legi dengan Wuku Prangbakat. 

Selain itu, menurut anggapan budaya Jawa, Rabu juga dikenal sebagai hari baik dengan minim resiko.

Hingga saat ini, sudah ada beberapa tokoh yang dipanggil oleh Jokowi ke Istana Negara untuk menjadi menteri. Selain Mahfud Md, ada nama CEO Gojek, Nadiem Makarim, eks CEO Net TV, Wishnutama; eks TKN, Erick Thohir, dan Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu.