Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Jika Novy Yasin Ikut Nyabup, Pengamat: Kemunduran Bagi Kabupaten Bekasi

BUD | Sabtu, 22 Juni 2019
Jika Novy Yasin Ikut Nyabup, Pengamat: Kemunduran Bagi Kabupaten Bekasi
Agung Warja
-

RADAR NONSTOP - Perebutan kursi Wakil Bupati (Wabup) Bekasi kini mulai hangat dibicarakan masyarakat Kabupaten Bekasi usai dilantiknya Eka Supria Atmaja menjadi Bupati Bekasi definitif.

Bahkan, sejumlah nama pun mencuat menjadi kandidat kuat pendamping Eka Supria Atmaja.

Nama adik mantan Bupati Bekasi Novy Yasin pun menjadi salah satu kandidat kuat. Namun sayang, jalan anggota DPRD Kabupaten Bekasi itu tak mendapat restu masyarakat.

Pengamat Politik Kabupaten Bekasi Agung Warja mengatakan, jika Novy Yasin benar dipilih oleh Golkar, maka akan menjadi suatu kemunduran untuk Kabupaten Bekasi.

Novy Yasin diketahui merupakan adik Neneng Hasanah Yasin yang kini menjadi tahanan KPK lantaran kasus gratifikasi megaproyek Meikarta.

"Jika saat ini rakyat merasa terluka akibat adanya gratifikasi Meikarta, dan itu melibatkan Neneng, maka mereka yang merekomendasikan Novy adalah mereka yang tidak punya hati," tandasnya.

Agung menilai, jika Novy Yasin mengisi kursi Wabup, dinasti politik keluarga Yasin begitu kental di Kabupaten Bekasi.

"Ya, dinasti politik itu namanya," tegasnya.

Sementara itu, isu pencalonan Novy sebagai calon Wabup mendapat beragam komentar dari sejumlah warga Kabupaten Bekasi. Salah satunya Rizal asal Tambun. Ia berpendapat sebenarnya tak masalah jika Novy Yasin mendaftar jadi calon Wabup Bekasi.

"Tapi kita-kita, masyarakat, kan mungkin masih teringat kasus yang dilakukan kakaknya, kasus korupsi Meikarta. Itu sedikit-banyak pasti berpengaruh buat dia," jelasnya.

Senada dengan Rizal, warga Sukatani bernama Idam pun berpendapat, lebih baik Novy Yasin tidak mendaftar.

"Biar pun Novy enggak terlibat kasus korupsi, tapi masyarakat masih terluka oleh ulah kakanya, Bang. Jadi kalau daftar pun percuma saya rasa," tandasnya.

Pada Oktober 2018, tak lama setelah Neneng ditangkap, Direktur Tiksa Institute Ahmad Jaelani sempat memprediksi dinasti politik yang dibangun Neneng tidak akan mendapat respons potifif dari masyarakat Kabupaten Bekasi.

Pada Pileg 2019, enam anggota keluarga besar Neneng Yasin mengambil kesempatan itu, namun hanya dua yang lolos, yakni suami Neneng Almaida Rosa Putra untuk DPRD Jawa Barat dan Novy Yasin untuk DPRD Kabupaten Bekasi.

Sedangkan adik ipar Neneng Muamar Gadafi, Rosianti Rosa Putri, mertua Saleh Manaf dan adik kandungya Tuty Yasin tidak terpilih. 

BERITA TERKAIT :