!-- Start Alexa Certify Javascript -->

Walikota Cirebon: Wanita Berperan Penting Bangun Bangsa

DIN/BUD | Rabu, 15 Mei 2019 - 19:35 WIB
Walikota Cirebon: Wanita Berperan Penting Bangun Bangsa
Walikota Cirebon saat santunan yatim piatu
-

RADAR NONSTOP - Seorang wanita memiliki peran yang penting bagi bangsa. Kemajuan dan kehancuran suatu bangsa bisa juga dikarenakan wanita.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH disela-sela penyerahan santunan kepada dhuafa, lansia dan anak yatim di rumah dinas Walikota Cirebon, Rabu (15/5).

“Kalau ibu-ibu sudah berkumpul, sudah bergabung, bisa menimbulkan dua aspek persoalan,” ungkap Azis.

Aspek pertama, yaitu bangsa ini akan menjadi kuat jika wanita yang berkumpul di majelis taklim. Membuat rumah tangga menjadi nyaman sehingga suami yang bekerja juga menjadi kuat, sehingga mampu membuat suaminya mencapai puncak kesuksesan.

“Tapi jika ibu-ibunya sering ngerumpi, membicarakan yang tidak baik tentang si A dan si B, bangsa ini bisa hancur,” kata Azis seraya menambahkan, suaminya juga bisa menjadi terpuruk.

Karena itu, Azis menyambut baik peran PKK yang telah berkumpul dengan niat baik. “Apalagi hari ini adalah hari khataman Al Quran,” ungkap Azis.

Yang dibarengi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. “Kita bersyukur dan berbagi,” ungkap Azis.

Azis pun berharap semangat ibu-ibu di Kota Cirebon untuk berbuat kebaikan di bulan yang mulia ini bisa terus terjaga sehingga membawa kebaikan dan kesejahteraan untuk masyarakat Kota Cirebon.

Sementara itu, Ketua Majelis Ta’lim Al Ishlahiyah Kota Cirebon, Dra. Hj. Wiranti Wirastuti, MM menjelaskan jika kegiatan hari ini diselenggarakan bekerja sama dengan PKK Kota Cirebon.

“Selama Ramadhan ini, kita banyak mengisi dengan tadarus al-qur’an. Bahkan hari ini merupakan khataman,” ungkap Wiranti.

Selain bertukar ilmu, mereka juga telah berkomitmen untuk melakukan sesuatu yang baik di bulan yang mulia ini. “Karena itu sebagai bentuk rasa syukur, kami juga berbagi terhadap sesama,” ungkap Wiranti.

Santunan diberikan kepada anak yatim dan duafa sebanyak 90 orang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 60 orang. 

baca juga :