Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Parpol Lain Kasak-Kusuk Menteri, Sorry Ye, Golkar Konsen Di Pilkada 2024

RN/NS | Jumat, 10 Mei 2024
Parpol Lain Kasak-Kusuk Menteri, Sorry Ye, Golkar Konsen Di Pilkada 2024
Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus.
-

RN - Partai Golkar ogah ikut-ikutan mencari jabatan. Partai berlogo beringin ini lagi konsen memenangkan pilkada serentak 2024.

Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan Golkar memasang target menang di 60 persen wilayah di Pilkada 2024.

"Pilkada, kita akan laksanakan pilkada 27 November. Target Partai Golkar 60 persen," kata Lodewijk dalam acara Halalbihalal Soksi di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (9/5).

BERITA TERKAIT :
Gerindra Bongkar RK Yang Kebelet Jadi Gubernur Jakarta 
Golkar Kasih Tiket Ke Mantu Jokowi (Bobby), Ijeck 'Lembar Handuk' Dan Disuruh Ke DPR

Meski begitu, Lodewijk tak merinci daerah mana saja yang ditargetkan Golkar untuk menang. Ia mengatakan target ini tak muluk. Sebab, Partai Golkar memasang target serupa pada Pilkada 2020 lalu dan bisa melampauinya.

"Ingat. Tahun 2020 pilkada terakhir target kita sama 60 persen. Tapi yang kita dapat 61,11 persen. Jadi bukan cerita omong kosong Partai Golkar menang Pilkada," kata dia.

Lodewijk turut menyinggung Partai Golkar juga berjasa terhadap pemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Bagian, ia menyinggung Partai Golkar sebagai partai pertama yang mendukung Prabowo-Gibran.

Ia juga mengatakan Golkar mengalami kenaikan perolehan suara dan kursi di Pileg 2024. Ia mengatakan hitungan internal Golkar telah mendapatkan 102 kursi hasil Pileg 2024.

"Pileg kita capai 23 jutaan. Kita naik 34 persen. Termasuk kursi. Walaupun belum diputuskan KPU, tapi sementara kita dapatkan kursi 102 kursi. Yang tahun 2019 ada 85 kursi," kata dia.

KPU telah menetapkan jadwal Pilkada serentak pada Rabu, 27 November 2024. Pada Pilkada serentak 2024, masyarakat akan memilih gubernur, wali kota, dan bupati beserta masing-masing wakilnya.