Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Erick Thohir Serang AMIN Lewat Isu BUMN Diganti Koperasi, Gagal Paham?

RN/NS | Selasa, 06 Februari 2024
Erick Thohir Serang AMIN Lewat Isu BUMN Diganti Koperasi, Gagal Paham?
Erick Thohir
-

RN - Tudingan Menteri BUMN Erick Thohir kalau perusahaan negara atau BUMN akan dijadikan koperasi dibantah. ET sapaan akrabnya dinilai gagal paham.

Timnas Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) membantah ada ide untuk membubarkan BUMN dan diganti menjadi koperasi. 

Jubir Timnas AMIN Said Didu membantah isu itu dimunculkan oleh pihaknya. Said lalu menjelaskan awal mula konteks munculnya isu tersebut dikaitkan dengan AMIN. 

BERITA TERKAIT :
BUMN Indofarma Tbk Dikorek Kejagung, Siap-Siap Aja Bosnya Tidur Dibui? 
Perusahaan Cucu BUMN (IGM) Masalah, Ada Dugaan Korupsi 470 Miliar

Dia mengatakan pihaknya sempat mengundang pakar koperasi. Disebutkannya, salah satu pakar dalam agenda itu melempar ide BUMN dimiliki oleh koperasi.

"Yang terjadi adalah tim AMIN mengundang pakar koperasi membahas tentang koperasi. Dan salah satu pakar koperasi Suroto yang menyatakan bahwa BUMN sebaiknya dimiliki oleh koperasi," tegasnya.

"Jadi sama sekali tidak pernah ada sikap pasangan AMIN untuk mengubah BUMN karena pasangan AMIN paham bahwa dasar hukum pembentukan BUMN adalah Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Itulah dasar pembentukan BUMN. Juga UU BUMN Nomor 19 Tahun 2003 dan UU Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003," kata Said dalam sebuah video pernyataan yang dibagikan Jubir Timnas AMIN Iwan Tarigan, Minggu (4/2/2024).

"Nah yang menyatakan bahwa perusahaan yang saham mayoritasnya dimiliki oleh negara itu baru dikatakan BUMN. Jadi adalah sangat naif apabila seorang menteri BUMN menyatakan bahwa BUMN dikuasai koperasi," kata Said.

Lebih lanjut, Said juga menuding pakar yang diundangnya itu membawa kepentingan politik tertentu. Dia menduga pakar tersebut sengaja menyampaikan pernyataan kontroversial.

"Dan isu ini digunakan lagi untuk kepentingan politik yang sama sekali kita tahu bahwa itu bukan isu dari AMIN. Kami curiga bahwa ahli koperasi yang bicara tersebut sebenarnya adalah selundupan untuk melakukan hal demikian untuk digoreng," kata dia.

Seperti diberitakan, ET merespons soal ide BUMN diganti dengan koperasi. Dia menilai hal tersebut bisa memunculkan pengangguran baru sebanyak 1,6 juta orang yang merupakan pegawai BUMN.

"Sungguh ironis pandangan seperti itu. Jika ingin dibubarkan dan diganti dengan koperasi, maka sama saja memunculkan pengangguran baru di saat semua orang butuh lapangan pekerjaan. Sangat tidak masuk akal. Apalagi selama ini, para karyawan BUMN sudah menunjukkan hasil kerjanya sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan ekonomi Indonesia," ujar Erick Thohir di Jakarta, Sabtu (3/2).