Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Dani Alves Jual Tanda Tangan Demi Rokok

ERY | Rabu, 29 Maret 2023
Dani Alves Jual Tanda Tangan Demi Rokok
Dani Alves - Net
-

RN – Mantan pemain Barcelona, Dani Alves, dikabarkan meminta rokok sebagai imbalan saat dirinya menandatangani jersey Timnas Brasil dari balik jeruji besi.

Pesepakbola asal Brasil tersebut telah mendekam di penjara Brians 2, Spanyol, sejak 20 Januari. Alves dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita di sebuah klub malam di Barcelona pada 30 Desember 2022.

Itu artinya pesepakbola berusia 39 tahun tersebut telah menghabiskan waktu lebih dari dua bulan di dalam tahanan. Selama di tahanan ia pun harus berjuang dengan berbagai cara, termasuk demi mendapatkan rokok.

BERITA TERKAIT :
Gagal Rekrut Carlo Ancelotti, Brasil Pecat Pelatihnya
Carlo Ancelotti Bikin Tim Samba Gigit Jari

Menurut publikasi Spanyol, El Caso, salah satu cara Alves agar mendapat rokok adalah dengan menandatangani jersey Timnas Brasil, yang diselundupkan ke dalam penjara oleh keluarga para tahanan.

Kantor berita itu menduga, Alves mau menorehkan tanda tangannya di atas jersey yang diselundupkan asalkan ada imbalan rokok. Selain rokok, Alves juga dilaporkan menerima berbagai produk lain sesuai keinginannya.

Selain jersey Timnas Brasil, Alves juga diminta untuk menandatangani jersey mantan klubnya Barcelona. Seorang pejabat penjara mengklaim, saat ini ada sejumlah besar kostum Blaugrana sudah tiba di penjara.

Namun, jika klaim ihwal skandal rokok tersebut terbukti benar, hal itu dapat semakin memperumit masa depan sang bintang sepakbola tersebut.

Menurut kantor berita Brasil, Metropoles, jika Alves terbukti meminta rokok sebagai imbalan, ia bisa menghadapi tuduhan baru dari pengadilan Spanyol.

Alves awalnya membantah melakukan pelecehan seksual dan mengklaim dia dan korban, melakukan hubungan seksual atas dasar suka sama suka. Ia pun kemudian bersama pengacaranya mengajukan banding untuk dibebaskan dari penjara.

Alves berjanji untuk tidak meninggalkan Spanyol selama proses investigasi. Dia juga menawarkan diri untuk tetap melapor kepada polisi setiap hari, serta mengenakan alat pelacak 24 jam jika dirinya tidak dijebloskan ke balik jeruji besi.

Akan tetapi karena bandingnya ditolak, Alves pun tetap dipenjara selama proses investigasi berlangsung. Dirinya terancam hukuman penjara empat sampai 15 tahun bila terbukti bersalah.