Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Sindiran Hasto Sasar Koalisi Gerindra PKB Serta KIB

RN/NS | Minggu, 05 Februari 2023
Sindiran Hasto Sasar Koalisi Gerindra PKB Serta KIB
-

RN - Sindiran Sekretaris Jendral PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto menjadi bola liar. Bisa saja sindiran Hasto mengarah ke koalisi Gerindra dan PKB.

Bahkan, sindiran Hasto itu bisa mengarah ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN dan PPP. Diketahui Hasti menyindir partai politik yang suka melakukan impor.

Hasto juga menyinggung parpol yang menunda deklarasi bakal calon presidennya untuk Pemilu 2024. Dia mengatakan PDIP tak cocok bekerja sama dengan partai yang suka impor tersebut. Namun dia tak mengungkap partai yang dimaksud.

BERITA TERKAIT :
Wali Kota Semarang Digarap KPK, Penderitaan Para Kader PDIP? 
Ganjar-Mahfud Kalah di Kandang Banteng, PDIP Dirujak Netizen

"Kalau terhadap partai yang sukanya impor, nah ini enggak cocok buat PDI Perjuangan," kata Hasto di sekolah partai PDIP, Jakarta, Jumat (3/2).

Hasto menegaskan PDIP akan menjalin komunikasi dengan partai lain dalam menghadapi Pilpres 2024. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target kemenangan 50 persen plus satu pada Pemilu 2024.

PDIP, lanjut dia, akan mempertimbangkan sejumlah aspek menjalin kerja sama dengan partai lain. Seperti ideologi, platform, hingga kesamaan cara pandang terhadap masa depan.

Di sisi lain, lanjut Hasto, kerja sama atau koalisi juga diperlukan untuk memperluas basis pemilih. Sebab, dia menegaskan syarat kemenangan presiden adalah jika memperoleh suara 50 persen plus satu.

"Nah kalkulasi untuk mencapai 50 persen plus satu itulah yang dilakukan oleh PDIP," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Hasto juga menyindir partai yang sudah memiliki calon presiden namun menunda-nunda pengumumannya. Baginya, langkah seperti demikian kurang bagus.

Meski demikian, Hasto enggan untuk mengungkapkan nama partai tersebut. "Yang kurang bagus itu kan, kalau sudah ada calon tapi berusaha untuk menunda-nunda pengumuman calon, begitu ya yang kurang bagus," kata Hasto.

Hasto mengatakan partainya tidak merasa takut ketinggalan dengan partai lain untuk membentuk koalisi di Pilpres 2024. Dia mengatakan dalam hal yang wajar jika partai melakukan koalisi.

"Setiap partai dalam rangka pemilu 2024 melakukan berbagai pengerucutan itu hal yang wajar," kata dia.

Saat ini meski belum secara resmi, sudah tergambar peta koalisi untuk Pemilu 2024. Gerindra makin mesra dengan PKB dan membentuk Sekretariat Bersama (Sekber).

Gerindra menjagokan Prabowo Subianto sebagai bakal capres. Sementara PKB menjagokan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Keduanya digadang-gadang bakal jadi pasangan calon namun sejauh ini belum diumumkan.

Strategi Politik

Waketum PKB Jazilul Fawaid mengaku kalau belum deklarasi Prabowo dan Cak Imin adalah strategi. Dia tak mempermasalahkan jika ada partai yang sudah memiliki tiket untuk Pilpres 2024 tapi belum mengungkap calonnya.

Menurutnya, setiap partai memiliki strategi dan kalkulasi yang dianggap bagus sesuai aspirasi para kadernya.

"Toh, bagus-bagus saja bila ada yang sudah pegang boarding pass sendiri tapi belum diumumkan nama calonnya, Itu strategi jitu," ucapnya.

Senada dengan Jazilul, Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut setiap partai memiliki hak untuk menentukan strateginya. Hal tersebut, kata dia, perlu dihargai oleh partai-partai lain.

"Saya rasa itu hak penuh masing-masing partai untuk menentukan langkah dan strateginya, semua partai memiliki pertimbangan masing-masing yang perlu kita hargai, kan semuanya harus dihitung dengan matang," imbuhnya.

 

#PDIP   #Hasto   #Koalisi