Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Panglima Banteng Jateng Sebut Ganjar Bisa Keok

RN/NS | Kamis, 14 Juli 2022 - 01:20 WIB
Panglima Banteng Jateng Sebut Ganjar Bisa Keok
Bambang Pacul dan Ganjar Pranowo.
-

RN - Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto memberikan warning kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bambang mengaku Ganjar tidak akan menang di Jateng jika nekat maju capres dari partai lain.

Ucapan politisi yang biasa disapa Bambang Pacul ini tidak bisa dianggap remeh. Dia dikenal sebagai Panglima Perang Banteng di Jateng.

Bambang Pacul juga dikenal dekat dengan para senior dan kader PDIP di Jateng. Bahkan, Bambang Pacul rajin blusukan ke bawah.

BERITA TERKAIT :
Spanduk Ganjar-Erick Bertebaran, Sinyal Duet Nih
Jokowi Dan Ganjar Makin Mesra, Prabowo Jangan Baper Ya?

"Ini kami bicara umpama, ya, saya tidak ingin mendahului. Umpamanya Pak Ganjar Pranowo tidak dicalonkan oleh PDI Perjuangan, tidak dapat rekomendasi (capres) dari PDIP, lalu dicalonkan partai lain, saya pastikan di Jawa Tengah tidak akan dapat 30 persen. Pasti kegulung. Kalau dia dapat 30 persen saja, sudah hebat," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa, 12 Juli 2022.

Adapun Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang menjadi 'kandang banteng'. Jawa Tengah merupakan lumbung suara yang menjadi penentu kemenangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam dua pemilu sebelumnya. Pada Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf unggul telak sebesar 77,26 persen atau 16,7 juta suara dengan kemenangan di seluruh wilayah Jawa Tengah. Sementara pesaingnya hanya memperoleh 22,74 persen atau 4,9 juta suara.

Menurut Bambang, pengaruh PDIP sangat kuat di Jawa Tengah. Ia memastikan siapa pun calon yang akan diusung PDIP di Pilpres 2024 akan menang di Jawa Tengah.

"Kenapa Bambang Pacul bisa ngomong begitu? karena infrastruktur kami sudah siap. Kalau bahasa menterengnya, infrastruktur tempur kita sudah siap," kata Ketua Komisi III DPR RI itu.

Untuk itu, Bambang mengingatkan semua kader untuk manut mendukung siapa pun capres yang diputuskan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurut Bambang, pilihan Megawati pasti yang paling tepat.

"Ganjar itu dulu waktu Pilgub 2013, siapa yang mengira dia dapat rekomendasi? Enggak punya duit, nama juga enggak ada. Jangankan elektabilitas, popularitas juga enggak kelihatan. Tapi itu diputusin Ibu (Megawati) sendiri," ujar dia.

Bambang bercerita, Ketua DPP PDIP Puan Maharani turut berperan menyokong Ganjar ketika maju di Pilgub Jateng. "Mbak Puan itu yang minta memimpin pertempuran di Jawa Tengah setelah Ganjar yang ditetapkan. Lalu ibu mengizinkan Mbak Puan. Tapi kata ibu, 'Kalau sampai kalah, ku sembelih kau, Puan. Bayangkan, itu di dalam rapat resmi loh disampaikan. Maka ketika Ganjar mau ugal-ugalan, kualat nanti. Ini saya true story, loh," tuturnya.

Adapun PDIP sampai saat ini belum memutuskan siapa sosok capres yang akan diusung di Pilpres 2024. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa urusan capres merupakan hak prerogatif yang diberikan kepadanya dalam Kongres PDIP 2019 lalu.