Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Alumni AC Milan Ini Ingin Seumur Hidup Bersama Nyonya Tua

ERY | Jumat, 23 Juli 2021 - 14:54 WIB
Alumni AC Milan Ini Ingin Seumur Hidup Bersama Nyonya Tua
Manuel Locatelli - Net
-

RN – Klub raksasa Serie A Italia, Juventus, diam-diam ternyata tertarik mendatangkan bintang Sassuolo, Manuel Locatelli. Bahkan, Si Nyonya Tua berniat mengontrak pesepakbola jebolan akademi AC Milan ini sangat lama!

Juventus menjadi favorit untuk mendaratkan Manuel Locatelli dari Sassuolo. Selain sang pemain yang ingin bermain di kasta Liga Champions, Locatelli juga mempunyai cerita panjang untuk La Vecchia Signora.

Pemain berusia 23 tahun itu rupanya mengidolai Juventus sejak kecil, padahal karir Locatelli lebih banyak dihabiskan bersama AC Milan.

BERITA TERKAIT :
Wojciech Szczesny Dibela Meski Tampil Jeblok
Juventus Sedang Dirundung Kabar Duka

Sejak tahun 2010, ia merumput bersama Tim Rossoneri muda hingga dipromosikan ke skuad senior enam tahun kemudian.

Pakar transfer Fabrizio Romano pun mengungkapkan, jika faktor klub Turin yang ia kagumi sejak kecil itu membuatnya lebih mudah ke Juventus ketimbang merapat ke Arsenal.

"Ini adalah kesepakatan yang sangat khusus untuk Locatelli. Juventus mendorong dan mendorong. Locatelli ingin pergi ke Juventus. Itu prioritasnya. Dia tidak mengatakan dia tidak menginginkan Arsenal. Dia mengatakan dia ingin pergi ke Juventus karena mereka adalah favoritnya. Itulah mentalitas dan sudut pandangnya,” tutur Romano di podcast Here We Go.

"Dia telah menjadi penggemar Juventus sejak dia masih kecil. Dia ingin bermain sepakbola Liga Champions. Masuk akal tapi belum selesai karena Juventus belum memiliki kesepakatan dengan Sassuolo,” sambungnya.

Namun impian Locatelli, sambung Romano harus melewati jalan terjal setelah Juventus belum meningkatkan tawaran mereka.

Sejauh ini, Si Nyonya Tua baru menawar Locatelli dengan mahar uang 30 juta Euro (Rp 513 miliar), dan belakangan diketahui jika uang tersebut ditolak mentah-mentah oleh manajemen Sassuolo.