Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Bagi-Bagi Duit Timbulkan Kerumunan, Bupati Bekasi Lain Di Mulut Beda Faktanya 

NS/RN/NET | Minggu, 13 Juni 2021 - 05:42 WIB
Bagi-Bagi Duit Timbulkan Kerumunan, Bupati Bekasi Lain Di Mulut Beda Faktanya 
Video viral Bupati Bekasi bagi duit ke warga.
-

RN - Aksi Bupati Bekasi Eka Supriatna menimbulkan kerumunan. Padahal saat ini, kasus Corona terus melonjak. 

Diketahui, sebuah video amatir berisi aksi Bupati Bekasi Eka Supriatna bagi-bagi uang saat melakukan kunjungan kerja di tiga desa di Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beredar dan viral. Dalam video tersebut, terlihat jelas kerumunan warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

Nampak terjadi saling dorong antar warga saat bupati memberi uang, dan ada pula yang tidak mengenakan masker. Parahnya lagi, Bupati Eka Supriatna malah tidak melakukan upaya mencegah terjadi krumunan warga.
Padahal, petugas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi bersama petugas Kepolisian saat ini sedang gencar–gencar nya melakukan pelarangan kerumuna massa.

BERITA TERKAIT :
Pj Bupati Bekasi Akui Ada Malladministrasi Pada Proses Pemilihan Wabup
Biar Makam Di DKI Gak Full Korban Corona, Nyok Kite Komit Patuhi Prokes

Wakil Ketua Gugus Tugas Pemulihan Kesehatan Covid-19 yang juga Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, meminta warga tidak melaksanakan hajatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan menyebarkan virus Covid-19.

Sementara beberapa waktu lalu, Bupati Eka Supriatna mengatakan, akan memperketat protokol kesehatan (prokes) terhadap warga yang menggelar hajatan. "Kita akan perketat hajatan warga, jangan terlalu banyak warga yang hajatan. Dan tentu saja, harus dengan prokes ketat," tukasnya.

"Ini contoh pemimpin lain di mulut beda ditindakan. Kita rakyat gak boleh, dia kok bebas," sindir netizen yang geram melihat video tersebut. 

Hingga kini Bupati Bekasi belum memberikan klarifikasi.