Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Tolak Juru Nikah, Banteng Tutup Pintu Untuk AHY Di 2024

NS/RN/NET | Sabtu, 29 Mei 2021 - 05:08 WIB
Tolak Juru Nikah, Banteng Tutup Pintu Untuk AHY Di 2024
Ketua Umum Partai Demokrat AHY.
-

RN - Pilpres memang masih dua tahun lagi. Tapi, PDIP sudah mulai memberikan sinyal soal koalisi. 

Setelah PDIP mengakui cocok dengan PAN, PPP dan PKB serta Gerindra, kini partai barlambang Banteng itu mengaku berat koalisi dengan PKS dan Demokrat. 

Ucapan PDIP itu ibarat menutup pintu koalisi dengan AHY. Diketahui, Demokrat dipastikan akan mengusung AHY di 2024.

BERITA TERKAIT :
Kampanye Pemilu 7 Bulan, KPU Harus Pikir Dampaknya...
Di Jateng, Puan Dibela Wali Kota Semarang, Kok Mas Ganjar Gak Ikut Bela? 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut bahwa PDIP sulit membangun koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Hasto, secara ideologi PDIP berbeda dengan PKS.

"Sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. Itu saya tegaskan sejak awal," kata Hasto dalam diskusi yang digelar Para Syndicate secara daring, Jumat (28/5).

Begitu juga dengan Partai Demokrat. Hasto mengatakan, PDIP dan Partai Demokrat memiliki DNA yang berbeda.

"(Mereka) partai elektoral, kami adalah partai ideologi tapi juga bertumpu pada kekuatan massa. Sehingga kami tegaskan dari DNA-nya kami berbeda dengan Partai Demokrat. Ini tegas-tegas saja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mempertemukan tersebut. Karena beda karakternya, nature-nya," jelasnya.

Sementara itu Hasto mengungkapkan, bahwa PDIP merasa cocok dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Apalagi setelah mengetahui bahwa, Amien Rais tidak lagi di PAN.

"Kami sama Partai Amanat Nasional sangat cocok untuk membangun kerja sama, terlebih setelah saya mendapat bisikan dari temen temen PAN pasca pak Amien Rais tidak tidak ada di PAN, wah itu makin mudah lagi untuk membangun kerja sama politik," ucapnya.