Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co
PAN, PPP dan PKB Disebut

Peta Koalisi 2024, Sinyal PDIP Tak Cocok Dengan Golkar & Nasdem  

NS/RN/NET | Sabtu, 29 Mei 2021 - 00:07 WIB
Peta Koalisi 2024, Sinyal PDIP Tak Cocok Dengan Golkar & Nasdem  
Hasto Kristiyanto
-

RN - Bukan hanya ramai survei, tapi parpol juga sudah mulai berhitung di 2024. Sebab, untuk merebut kursi bekas Jokowi, parpol harus sudah membangun komunikasi. 

Yang menarik adalah ucapan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Dia mengatakan, PDIP merasa cocok dengan sejumlah partai politik untuk berkoalisi.

Keococokan kata dia, soal kesamaan idiologi misalnya dengan Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

BERITA TERKAIT :
Rayakan Idul Adha 1442 H, Pengurus PAC dan Ranting PDI Perjuangan Pondok Gede Berbagi Daging Qurban
Bukan Ganjar, Kader PDIP di Sultra Dukung Puan Jadi Presiden

"Kami sama Partai Amanat Nasional sangat cocok untuk membangun kerja sama, terlebih setelah saya mendapat bisikan dari temen-temen PAN pasca-Pak Amien Rais tidak tidak ada di PAN, wah itu makin mudah lagi untuk membangun kerja sama politik," kata Hasto dalam diskusi yang digelar Para Syndicate secara daring, Jumat (28/5).

Hasto menambahkan, PDIP juga merasa cocok dengan PPP. Menurutnya, kesamaan nasib di era Orde Baru menjadi alasan kecocokan antarkeduanya. "Terbukti ketika Bu Mega dijodohkan oleh MPR dengan Pak Hamzah Haz, bisa bersahabat dengan baik," ujarnya.

Selain itu, PDIP juga merasa ada kecocokan dengan PKB. Hasto mengeklaim, hal itu dibuktikan dengan adanya 101 kepala daerah PDIP yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Tidak hanya itu, Hasto juga mengungkapkan bahwa partainya membuka diri berkoalisi dengan Partai Gerindra.

"Kami membuka diri pernyataan dari Mas Muzani (Sekjen Gerindra) karena memang melihat bagaimana kedekatan hubungan antara Pak Prabowo dan Ibu Megawati Soekarnoputri karena selain aspek ideologi faktor kedekatan kultural, kedekatan organisasi, kedekatan basis massa, kedekatan dari aspek strategis untuk memperluas basis massa itu juga akan menjadi pertimbangan," ujarnya.

Hasto berharap melalui koalisi yang dibangun ke depan energi bangsa tidak habis dalam kontestasi semata mata. Ia juga berharap agar pilpres ke depan hanya diikuti dua pasangan calon. "Jadi, tidak ada dua ronde supaya energi kita ini bisa difokuskan mengatasi berbagai persoalan," ucapnya.

Sayangnya Hasto tidak menyebut Partai Golkar dan Partai Nasdem. Sebab, Golkar dan Nasdem saat ini berada dibarisan pandukung Jokowi.