Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Vaksin Nusantara Eks Menkes Terawan, Menkes Budi Minta Jangan Debat Di Medsos 

NS/RN/NET | Senin, 19 April 2021 - 05:01 WIB
Vaksin Nusantara Eks Menkes Terawan, Menkes Budi Minta Jangan Debat Di Medsos 
Menkes Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan eks Menkes Terawan.
-

RN - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi kisruh soal Vaksin Nusantara buatan eks Menkes Terawan. Budi berharap berdebat pada tataran ilmiah. 

Karena jika berdebat pada tataran media sosial alias medsos bisa tidak benar. Diketahui, kontroversi vaksin Nusantara yang melanjutkan uji klinis tanpa izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memunculkan aksi saling dukung dan saling tuding dari masing-masing kubu. 

Budi menegaskan, pada dasarnya Kementerian Kesehatan sangat mendukung setiap riset yang dilakukan anak bangsa. Namun terkait vaksin, masalah keamanan harus menjadi perhatian serius.

BERITA TERKAIT :
Ditolak Kemenkes dan BPOM, Vaksin Nusantara Terawan Malah Didukung Komisi VII DPR
Ini Jadwal Dan Tata Cara Mengikuti Vaksinasi Massal Di Stadion Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi

"Bener-bener harus dibikin berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah dan protokol kesehatan yang baku dan tepat. Itu tolong jangan di-cross, jangan di-shortcut, jangan di-cut corners," tegasnya dalam diskusi daring, Minggu (18/4/2021).

Sedangkan terkait kontroversi yang muncul, Menkes Budi mengingatkan untuk tidak menghambur-hamburkan waktu dan energi. Ia mengajak semua pihak untuk fokus pada hal-hal yang 'saving life' daripada meributkan sesuatu yang bukan bidang keahliannya.

"Ini sesuatu yang sifatnya sangat scientific sangat-sangat ilmiah. Jadi tolong dibicarakan di tataran ilmiah," pesannya.

Menurut Menkes Budi, yang paling tepat untuk membicarakan masalah tersebut saat ini adalah para ilmuwan yang kompeten di bidangnya. Bukan waktu yang tepat untuk membawanya ke ranah yang lain, termasuk politik.

"Biarkan mereka berdebat di tataran ilmiah. Kalau terlalu banyak berdebat di tataran medsos kalau menurut saya juga nggak bener ya," tegas Menkes Budi.