Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Vatikan Selidiki Pelaku Yang Pakai Akun Instagram Resmi Paus Fransisku Untuk Like Model 

NS/RN/NET | Sabtu, 21 November 2020 - 08:01 WIB
Vatikan Selidiki Pelaku Yang Pakai Akun Instagram Resmi Paus Fransisku Untuk Like Model 
Ilustrasi
-

RADAR NONSTOP - Vatikan sedang memburu pelaku yang memakai akun Instagram resmi Paus Fransiskus "menyukai" foto seorang model seksi Brasil. Si pelaku saat ini masih diselidiki.

Tidak jelas kapan akun Instagram resmi itu memberikan "tanda suka" atas gambar Natalia Garibotto, yang mengenakan seragam sekolah.

Sejumlah media melaporkan kejadian ini pada Jumat (13/11) lalu, sebelum tanda suka dibatalkan.

BACA JUGA :
Hiu Paus Di-Mutilasi, Dagingnya Dimasak Warga 

Para pejabat di Takhta Suci dilaporkan tengah menyelidiki mengapa hal ini bisa terjadi pada akun resmi Paus.

Ditambahkan, Vatikan bekerja bersama Instagram untuk menyelidiki mengapa hal ini terjadi.

Akun Instagram resmi Paus - dengan nama Franciscus, memiliki 7,4 juta pengikut dari seluruh dunia. Namun akun ini tidak mengikuti siapapun.

Sumber-sumber yang dekat dengan kantor media Vatikan mengatakan kepada Catholic News Agency bahwa akun itu dipegang oleh "tim karyawan" dan penyelidikan internal tengah dilakukan.

Model itu sendiri, Garibotto - yang muncul di situs gim Twitch - menanggapi dengan ringan insiden itu.

"Paling tidak saya akan ke surga," cuit model yang punya pengikut sekitar 2,4 juta di Instagram.

COY Co, perusahaan manajemen Garibotto, menggunakan insiden ini untuk publisitas mereka dan mengunggah ulang foto model itu dengan kata-kata perusahaan itu "mendapatkan restu secara resmi dari Paus."

Di Twitter, akun Paus diikuti oleh sekitar 18,8 juta akun. Pada 2017, Paus menjadi pemimpin dunia yang paling populer di media sosial.

Namun ia sangat jarang mengunggah sendiri.

"Paus tidak seperti Donald Trump, yang duduk dan memegang telepon seluler atau komputer untuk mencuit sepanjang hari," kata Robert Mickens, editor surat kabar Katolik berbahasa Inggris, yang berkantor di Roma, La Croix.

"Yang dilakukan Paus misalnya setuju dengan cuitan namun tidak memberikan tanda suka. Dan hal yang sangat jarang beliau lakukan adalah mengunggah cuitan terkait perkembangan situasi atau ada kondisi darurat. Jadi, beliau sama sekali tak terlibat dalam insiden ini. Yang melakukan adalah departemen komunikasi, dan apa yang terjadi...tak tahulah," tambahnya mengacu pada insiden tanda suka pada model Brasil.