Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Pengamat: Penusukan Terhadap Syekh Ali Jaber Kasus Serius!

El Rahmi | Rabu, 16 September 2020
Pengamat: Penusukan Terhadap Syekh Ali Jaber Kasus Serius!
Syekh Ali Jaber/net
-

RADAR NONSTOP - Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta melihat adanya polemik dimasyarakat, terkait peristiwa penusukan ulama Syekh Ali Jaber, yang terjadi di masjid Falahuddin, Sukajawa, Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, pada Minggu (13/9) lalu.

"Sebagian masyarakat berpendapat bahwa pelaku bukan tunggal dan ada aktor intelektual yang mengendalikan, meskipun pendapat ini hanya dugaan tanpa adanya bukti. Ditambah, pengakuan orang tua pelaku yang menyatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa," katanya di Jakarta, Rabu (16/9).

Disisi lain ada juga yang berpendapat berlebihan, bahwa peristiwa di Lampung ini merupakan rangkaian dari aksi di Tanjung Racing OKI (11/9), dimana Muhammad Arif (61) pensiunan PNS dibacok oleh Meyudin (49) pada saat sholat maghrib berjamaah di Masjid Nurul Iman, Tanjung Rancing, Kayuagung OKI. Korban dan pelaku sama-sama menjadi pengurus Masjid Nurul Iman.

BERITA TERKAIT :
Plesiran ke Luar Negeri saat Nataru, Pejabat Pemprov Lampung Bakal Kena Sanksi
Beri Perhatian ke Korban Penusukan, Pertamina Pecat 3 Oknum Pegawai SPBU

"Kedua peristiwa yang terjadi dalam waktu yang berdekatan dianggap oleh publik sebagai satu rangkaian skenario, ditambah dengan waktu kejadian pada bulan September maka oleh kelompok tertentu aksi tersebut dihubungkan dengan ideologi komunis," jelasnya. 

Stanislaus beranggapan, kunci utama untuk meredakan polemik ini adalah penyampaian hasil penyidikan dari Polri terkait motif dari pelaku, disertai dengan bukti-bukti yang mendukung termasuk dari ahli yang relevan seperti psikolog.

Selain itu, sambungnya, perlu diungkap latar belakang dari pelaku, lingkungan, aktifitas sebelumnya, pihak yang paling sering berkomunikasi dengan pelaku, termasuk relasi di sosial media yang bisa menjadi catatan penting untuk mengungkap motif dari pelaku. 

"Jika masyarakat berbeda pendapat dengan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Polri maka sebaiknya Polri memberi kesempatan kepada masyarakat yang mempunyai fakta-fakta pendukung untuk menyampaikan sebagai materi penyidikan. Selain itu Polri sebaiknya dengan cepat dan transparan dapat menyampaikan hasil penyidikan," tegasnya. 

Stanislaus juga menambahkan, peristiwa yang menimpa ulama Syekh Ali Jaber menjadi kasus serius yang disorot oleh publik. 

Perlu penanganan yang khusus sehingga kasus ini dengan cepat dapat terungkap, dan dapat dicegah sehingga tidak terjadi lagi, mengingat sensitivitas masyarakat terhadap isu-isu yang berhubungan dengan agama sangatlah tinggi.