Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Caleg Cerdas, Dulang Suara Lewat Media

Zaber | Kamis, 13 September 2018 - 20:34 WIB
Caleg Cerdas, Dulang Suara Lewat Media
Yos sedang paparan di hadapan caleg
-

RADAR NONSTOP - Media sosial merupakan sarana yang cukup efektif mendulang suara. Caleg cerdas harus pintar menggunakan medsos. 

Begitu dikatakan oleh penggiat media sosial, Yos Setiawan, pada pembekalan Caleg DPRD DKI Partai Gerindra di Hotel Green Park, Cipayung, Bogor.

“Kampanye menggunakan jejaring sosial lebih ampuh daripada metode kampanye tradisional seperti menggunakan baliho maupun selebaran,” ujar Yos, panggilan akrab pria berkacamata ini.

BERITA TERKAIT :
Hanya Dengan Kemenangan Prabowo Bangsa Ini Punya Harapan
Caleg Gerindra Siap Kuasai Kebon Sirih

Disampaikannya, pemilih milenial sekarang tidak akan percaya dengan iklan-iklan kampanye di televisi. Namun, ketika ada temannya mengatakan bahwa seorang kandidat tertentu itu bagus, maka dia akan lebih percaya.

Salah satu keunggulan dari sosial media, jelas Yos, teknologi tersebut tidak mengenal batasan fisik dalam hal konektivitas.

"Ketika masyarakat mendengar tentang kebaikan seorang kandidat, mereka akan menyebarkan kabar tersebut melalui jejaring sosial. Berita bagus menyebar dengan cepat, sementara berita jelek bahkan menyebar lebih cepat," kata Yos.

Walaupun pengguna media sosial seperti Twitter di Indonesia hanya sekitar 30 juta, dengan 20 juta pengguna aktif, namun para pengguna tersebut mempunyai faktor mempengaruhi orang-orang sekitarnya.

"Sebagai contohnya jika dalam satu keluarga ada satu anak saja yang mempunyai akun jejaring sosial, maka dia bisa berbagi tentang suatu berita atau keunggulan kandidat ke seluruh anggota keluarganya," paparnya.

Sementara jika seorang "buzzer", akun Twitter yang mempunyai pengikut 2.000 atau lebih, memposting twit yang menyerang atau mendukung seorang kandidat, maka pengaruhnya akan sangat besar.

Akan tetapi, lewat media sosial pun, fitnah terhadap seorang calon pun akan cepat sekali menyebar secara tidak bertanggung jawab.

Percakapan-percakapan tentang siapa yang paling ramai dibicarakan di media sosial pun bisa dipantau untuk memprediksi siapa kira-kira pemenang dari suatu pemilihan umum.

"Seorang kandidat yang tidak populer pun bisa menjadikan dia pemenang pemilu asalkan dia sering muncul di media ataupun televisi. Orang menjadi penasaran dan mencari informasi tentang kandidat tersebut," tandasnya.