Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Kutu Loncat Biasa Dalam Politik

Zaber | Kamis, 13 September 2018
Kutu Loncat Biasa Dalam Politik
Riza Patria/ Dokumen Google
-

RADAR NONSTOP - Politisi loncat pagar hal biasa dalam dinamika politik. Tidak perlu dijadikan alat untuk menyerang melawan.

Begitu dikatakan oleh Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, terkait adanya sejumlah politisi kubu Jokowi-Ma’ruf yang loncat ke Prabowo-Sandi.

"Dalam Pemilu, Pilkada, Pileg dan Pilpres itu hal yang biasa, pindah dari satu partai ke partai lain," ujar Riza menanggapi maraknya politisi kutu loncat.

BERITA TERKAIT :

Riza menambahkan dalam proses demokrasi, hal-hal seperti ini bukan hal yang baru.

"Dan gak usah kaget kalau ada yang pindah partai kaya gitu. Itu memang bagian dari dinamika politik di Indonesia," bebernya.

Riza juga mengingatkan agar kondisi tersebut disikapi dengan bijaksana. Tidak usah dijadikan peluru untuk menyerang lawan politik. Apalagi ikut memprovokasi dan bahan black campaign. “Pindah partai dan beda sikap politik adalah warna demokrasi Indonesia," terangnya.

Pada akhirnya, tambah Riza, masyarakat Indonesia akan memilih dengan hati nuraninya masing-masing.

“Dan pada akhirnya siapapun yang memimpin Indonesia, ke depan harus kita dukung bersama agar Indonesia bisa lebih sukses," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso menyatakan ada sejumlah tokoh dari kubu Jokowi-Ma'ruf menjadi timses Prabowo-Sandi untuk perhelatan Pilpres 2019 nanti. Namun, Priyo enggan menyebut lebih rinci terkait tokoh yang loncat ke Tim Pemenangan Prabowo-Sandi.

"Tokoh-tokoh sebelah (Tim Jokowi-Ma'ruf) akan ada yang bergabung dengan Tim Pemenangan Prabowo-Sandi. Tunggu saja waktunya diumumkan," kata Priyo di Kota Cilegon, Banten, Selasa (11/9/2018).