Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Operasi Preman Tetap Akan Dilakukan Meski Asian Games Sudah Selesai

LTG | Rabu, 05 September 2018 - 22:18 WIB
Operasi Preman Tetap Akan Dilakukan Meski Asian Games Sudah Selesai
istimewa - ilustrasi
-

Sepanjang kurun waktu 8 bulan di tahun 2018 ini sudah puluhan preman ditembak tim buru sergap (Buser) dan tim pemburu preman di berbagai Polres dalam naungan Polda Metro Jaya.

Pengerahan Buser terbanyak yakni sebelum dimulainya Asian Games 2018 dimana lebih dari 1.000 anggota Buser menyisir berbagai kawasan rawan dan pusat aktivitas masyarakat, baik itu di pasar dan terminal untuk melakukan razia serta menangkap para preman.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, usai Asian Games 2018 bukan berarti berbagai operasi preman dan antisipasi kejahatan berhenti.

"Masih terus dilakukan, seluruh Polres dan Polsek tetap operasi guna mengamankan berbagai kegiatan masyarakat serta antisipasi terjadinya kejahatan maupun aksi premanisme," ujar Argo kepada Harian Terbit di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini mengingatkan perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis yang telah menginstruksikan agar anak buahnya tak segan menembak mati para preman atau begal yang sudah sangat keterlaluan, menghabisi nyawa korbannya.

"Kapolda Irjen Idham Azis sudah perintahkan tembak mati preman kejam dan para pelaku begal," tegasnya

Lebih jelasnya diketahui ada 16 tim, yang terdiri dari 13 tim dari Polres dan tiga tim dari Polda Metro Jaya sudah dikerahkan dan para preman, begal dan jambret yang meresahkan warga sudah 27 pelaku didor. Total ada 387 orang yang ditangkap. Dari angka tersebut, 73 orang di antaranya ditahan dan sisanya diberikan pembinaan karena tidak terbukti melakukan tindak pidana. Namun gerak gerik mereka tetap diawasi.

BERITA TERKAIT :
Kasus Covid-19 Bertambah 12.990, DKI Jakarta Tembus 4.737 Kasus
Ibu Kota Pindah, M Taufik: Jenis Kelamin Jakarta Belum Jelas